Sistem Perbankan Syariah Menjadi Solusi Masyarakat Indonesia

Sistem Perbankan Syariah – Sejauh ekonomi dunia berputar, maka terciptalah sistem ekonomi yang signifikan antara Syariah dan sistem konvensional. Hal tersebut memang menjadi tolak ukur perkembangan perekonomian negara bahkan masyarakatnya. Perbedaan dari sistem perbankan Syariah, tentu sangat jauh terasa berkelas dibanding Konvensional. Terlebih untuk para- pengusaha- pengusaha muslim.

Solusi Pemerataan Ekonomi

Dengan adanya unsur hukum yang jelas, seharusnya pemerintah Indonesia sadar, akan kebutuhan kegiatan usaha tikat menengah kebawah. Beratnya bunga, menjadikan para pengusaha tingkat bahwa harus mati- matian dan saling sikut antara generalisasi sistem konvensional yang tidak merata. Alhasil pertumbuhan ekonomi di masyarakat Indonesia kurang berkah.

Maka Sistem perbankan syariah harusnya menjadi solusi yang nyata, agar masyarakat tingkat bawah bisa merasakan imbas dari pemerataan tersebut. Terlebih sektor perusahaan asing kian mencekik beberapa sektor Industri lokal, yang seharusnya bisa di dongkrak untuk kesejahteraan rakyat.

Pada bank syariah, baik harga dan juga keuntungan akan ditentukan berdasarkan sistem serta prinsip bagi hasil. Semua aturan tersebut sudah tertanam dalam Undang- Undang  No. 21 Tahun 2008 perihal peraturan resmi Perbankan Syariah yang memang sudah diterbitkan pada 16 Juli 2008.

Sangat jelas hampir semua bank yang berada di Indonesia memang menerapkan prinsip konvensional. Nyatanya Program perbankan yang memiliki orientasi berdasarkan prinsip landasan hukum Islam, harusnya lebih di terapkan untuk mayoritas masyarakat Indonesia yang rata- rata Muslim.

Alasan Sistem Syariah Menjadi Sebuah Pilihan Yang Baik

Tentunya Sistem perbankan syariah tidak dimiliki oleh bank- bank konvensional.  Pada bank syariah, tentu sistem perbankan yang akan diterapkan di proses secara seksama. Lalu dinilai akan saling memberikan keuntungan yang jelas bagi pihak nasabah dan juga bank. Disamping itu sistem syariah tentu menjadi sistem pilihan masa kini. Agar tetap menekankan aspek keadilan, kebersihan investasi yang menjunjung tinggi etika, mampu memegang teguh nilai kebersamaan dan juga mempererat tali persaudaraan. Terutama  menghindari hal- hal tabu yang bersifat spekulatif dalam sebuah transaksi keuangan.

Terdapat 3 hal utama, dalam transaksi sistem perbangkan Syariah, yaitu:

  1. Sistem Akad Islami

Transaksi yang dilakukan pada bank syariah, tentu merujuk pada kaidah serta aturan yang berlaku, yang sesuai dari transaksi atau akad syariah Islam. Hal tersebut sudah jelas, bahwa sistem syariah akan bersumber dari Al- Quran dan juga Al- hadist. Setelah itu di konsolidasikan oleh fatwakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga menerapkan aspek kejujuran, kebersihan serta ketelitian dalam membuat planing- planing jangka panjang yang jelas dan terukur.

  1. Sistem Bagihasil atau Imbalan

Pendekatan yang dilakukan oleh pada bank syariah yaitu menggunakan sistem bagi hasil. Dimana Dana yang nantinya diterima oleh bank Syariah, akan langsung disalurkan untuk pembiayaan- pembiayaan yang disepakati. Setelah itu bila jelas mendapatkan sebuah keuntungan, maka keuntungan yang diperoleh dari pembiayaan, akan dibagi dua secara proposional, dari pihak nasabah dan juga bank. Hal tersebut tentu sudah di jelaskan di awal transaksi atau akad. Maka sangat jelas tidak akan ada uang kaget atau biaya kaget.

  1. Sistem Kredit

Pembiayaan yang dilakukan pada bank syariah, tentu dibatasi. Dalam hal ini, bank Syariah akan memakai transaksi yang sesuai dengan kriteria hukum syariah. Akad kreditnya pun tidak akan memakai bunga, bila memang terdapat akad untuk kredit. Namun, semua biaya masih dalam ruang lingkup bisnis yang halal.

Maka bila ada perusahaan yang nantinya akan memproduksi produk haram, atau melakukan bisnis seperti perjudian, rentenir dan juga tidakan asusila, maka pasti akan di tolak. Kemitraan untuk menjaga nama baik, adalah sebuah itikad baik bagi setiap individu. Oleh karena itu Sistem Perbankan Syariah, tentu bergerak secara hati- hati dan tegas.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *