Reksa dana syariah dan Konvensional, Mana yang Lebih Baik?

Reksa dana Syariah – Tentu saja dengan berkembangnya sistem perekonomian yang berkembang, Indonesia cukup ahli dalam andil perputaran perkonomian di Asia tenggara. Tidak menelisik lebih jauh ke taraf internasional, maka di taraf lokal pun pesat untuk saling adu strategi dalam hal Investasi. Baru- baru ini reksa dana Syariah lebih dipilih karena di Indonesia di dominasi oleh mayoritas umat beragama Islam.

Berkembangnya Sistem Investasi Halal

Dengan pesatnya perkembangan ilmu atau sarana ilmu, tentu informasi yang di dapatkan pun lebih menguat, memang sistem syariah dikenal tidak begitu lama. Namun, sisi informasi keilmuan dan pakar-  pakar ekonomi Islam, mendobrak sistem yang ada. Masyarakat madani, tentu akan sedikit semakin paham dengan sebuah sistem pengelolaan keuangan dan juga investasi yang memiliki nilai keuntungan yang baik.

Pengetahuan tentang sistem Keuangan berbanding lurus dengan nilai informasi reksadana atau investasi. Tentu saja agar menjadi Indonesia lebih maju dalam sektor ekonomi, masyarakat yang terjun dalam dunia bisnis harus mengetahui sistem keuangan yang baik untuk pertumbuhan bisnisnya. Semakin mengetahui titik informasi dalam sebuah investasi dan mampu mencerna serta menilai risiko investasi, tentu adalah Goal yang paling nyata oleh para pelaku bisnis.

Tahun 1990-an adalah tahun titik balik di era revolusi mental perbankan Indonesia. Masyarakat baru dikenalkan oleh kegiatan perbankan syariah. Pesatnya informasi dan krisis moneter di Tujuh tahun kemudian, beberapa produk syariah muncul dengan griliya di pasar modal. Sistem- sistem perbankan syariah mulai booming, salah satunya dengan produk reksa dana berbasis syariah.

Reksadana Syariah Menjadi Pahlawan Ekonomi Sehat

Masyarakat yang cerdas, tentu lebih memilih investasi aman. Meskipun reksa dana syariah atau reksa dana konvensional masih sama- sama kuat di Indonesia. Tetapi, bila kita sebagai muslim yang sejati, tentu kita harus memilih sistem keuangan yang halal. Karena semuanya akan di pertanggung jawabkan kelah di Akhirat.

Terlebih lagi konsep Muslim yang effektiv adalah membersihkan harta dari aliran- aliran dana yang di benci oleh hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Namun, sistem perbangkan Syariah tidak serta merta memiliki keuntungan kecil, tetapi kontinuitas keuntungannya lebih jelas dan terasa. Sebab itu banyak yang memakai sistem investasi berbasis Syariah seperti reksa dana syariah.

Terdapat perbedaan signifikan yang harus di ketahui, antara lain :

  1. Pengelolaan dan Pengawasan

Dikelola menggunakan  prinsip- prinsip syariah dan tetap diawasi oleh pihak DPS (Dewan Pengawas Syariah) bersama dengan badan pengawas OJK.

  1. Sistem Resiko

Reksadana sistem syariah tentu juga melibatkan Manajer investasi. Dan manajer Investasi di sistem ini tidak menanggung atas kerugian selama sistem kerja tidak lalai, artinya sangat jelas yang menanggung kerugian yaitu pemodal. Bila Manajer investasi dengan sistem reksadana Konvensional, tentu menanggung risiko karena memakai prinsip kolektivitas.

  1. Jenis Investasi

Jenis saham yang akan diperuntukan oleh perusahaan, tentu harus sesuai dengan landasan prinsip syariah.

  1. Sistem Yang Jelas Dan Detail

Karena reksadana syariah tentu memiliki prinsip pada tatanan cara serta hukum sesuai syariatkan oleh Islam, tentu saja  reksadana syariah harus berpedoman pada kejelasan dalam setiap ketentuan dan transaksi yang tertera.  Sehingga sistem investasi bisa dilihat secara logis, dan tetap sehat.

Dengan penjelasan di atas, kami harap informasi tentang reksa dana syariah dapat membantu anda memilih jenis Investasi pilihan jangka panjang.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *