Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional Yang Wajib Diketahui

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional – Sudah lumrah bahwa perkembangan ekonomi bersistem ke-Islaman sangatlah di minati oleh beberapa vendor sektor perbankan. Disamping kejujuran dan membuat masyarakat tidak di rugikan, sistem perbankan syariah sangat menerapkan asas yang lebih manusiawi. Memang banyak masyarakat kita yang memang masih mengetahui perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional yang signifikan.

Pesatnya Pertumbuhan Bank Syariah

Jenis sistem perbankan tersebut, memang sudah lumrah diterapkan di negara kita Indonesia.  Masing- masing memang mempunyai beberapa fitur fasilitas dan juga program yang memang sangat jauh berbeda untuk para nasabah.

Bank Syariah saat jaman 90an atau 2000an memang belum begitu populer berada di Indonesia, karena praktisi- praktisinya pun masih terbatas. Dengan perkembangan para cendikiawan dan pakar ilmu perbankan yang pesat dari berbagai sudutpandang keilmuan di beberapa Universitas yang tersebar di Indonesia, maka sistem- sistem perbankan Syariah mulai di terapkan dan di peraktekan oleh beberapa instansi- instansi perbankan.

Sistem ini pun mencapai ruanglingkup aset, pegawai serta nasabahnya. Banyaknya jumlah penduduk yang mayoritas beragama Islam, tentu menjadi faktor penting pesatnya Bank Syariah di Indonesia. Maka tidak jarang sistem perbankan Syariah sangat diminati.

Data yang diambil dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada bulan Januari 2017 saja sudah mencapai 1.966 kantor yang berbanding lurus dengan jumlah pegawainya di titik 55.597 Karyawan. Melihat aset yang terdapat di Bank Umum Syariah dan juga Unit Usaha Syariah lainnya kini tentu sudah lebih mencapai Rp344,2 Triliun.

Perbedaan Bank Syariah dan Sistem Bank Konvensional

Lalu sebenarnya Apa saja yang menjadi tolak ukur perbedaan bank syariah dan Bank Konvensional? Simak penjelasan singkat di bawah ini!

  1. Sistem Hukum Yang Dipakai

Penerapan sistem hukum yang dipakai oleh Bank Syariah, terpaut terhadap prinsip akad kerjanya. Akad atau semua jenis transaksi, tentunya harus berlandaskan dengan semua prinsip syariah dalam Islam. Patokan tersebut memang sudah di jelaskan di sistem analogi berdasarkan Al-Quran dan juga Hadist yang terjaga kurang lebih 1400 tahun silam. Ditambah fatwa penguatan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bila kinerja sistem Bank Konvensional, semua jenis transaksi dan juga perjanjian dibuat berdasarkan dasar- dasar hukum bank dunia dan di modifikasi sesuai hukum- hukum yang berlaku di Negara Indonesia. Hukum yang tentu pakai tidak terlepas dari Hukum Perdata dan Pidana.

  1. Sistem Investasi

Jika kita melihat dari sisi tatanan hukum tentu berbenturan dengan perbedaan sistem yang digunakan. Bukti nyatanya adalah investasi.

Bank Syariah, berkomitmen untuk meminjamkan dana, atau dana usaha kepada sebuah instansi atau perorangan, namun dengan catatan jenis usaha yang dijalankan, merupakan usaha yang halal sesuai sudut pandang tatanan Islam. Usahanya pun mencakup luas, baik dari jenis perdagangan, jenis peternakan, pertanian, dan jenis lainnya.

Bila sistem Investasi pada Bank Konvensional, tentu tidak ada batasan. Yang penting ketentuan usaha tersebut sesuai dengan hukum positif yang diterapkan di Indonesia.

  1. Sistem Orientasi

Tentu saja ajaran Islam menerapkan sistem ekonomi Syariah, yang berorientasi tidak sekedar profit atau kemakmuran, namun kebahagiaan dunia dan juga akhirat, sehingga tidak ada suku bunga. Bila sistem orientasi Bank Konvensional tentu saja lebih memfokuskan kepada keuntungan atau bisa disebut profit oriented.

  1. Sistem Keuntungan

Bank Syariah tentu menerapkan sistem keuntungan dengan bagi hasil. Hal tersebut tentu sudah dibicarakan sesuai akad yang telah disepakati oleh kedua belah pihak di awal- awal transaksi. Kebijakan Bank Syariah rata- rata mampu memberikan analisa yang baik dari sistem untung dan rugi terhadap usaha yang nantinya akan diberikan pembiayaan.

Itulah beberapa perbedaan bank syariah dan bank konvensional, dengan sistem yang adil dan sangat jelas, tidak jarang beberapa bank yang ada di dunia memakai sistem hukum Syariah, meskipun tidak menerapkan nama Syariah secara langsung.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *