Pengertian Riba dan Hukumnya

Pengertian Riba dan Hukumnya

pengertian riba dan hukumnya

Riba dalam kehidupan kita sekarang sudah tidak bisa dilepaskan ibarat kata kita membeli kebutuhan sehari – hari pun masih ada saja praktek riba. nah sekarang apa sih pengertian riba.

Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. dan parahnya lagi ketika kita telat membayar pinjaman tersebut kita di kenakan biaya denda dan juga ketika mau melunasi kita juga kena denda.

nah sekarang sudaha mengerti kan apa pengertian riba dan bagaimana “kesadisan” riba. untuk itu perlu kita pahami bahwa riba bisa saja “membantu” kita tetapi bisa juga menjerat kita Ibarat kata seperti Pisau bermata dua yang bisa saja menikam kita baik dari atas maupun dari bawah.

untuk itu perlulah kita mengerti hukum riba dalah Syariah Islam menurut pernyataan sejumlah jauhari fiqih tentang dengan pengetahuan riba, rekahan bukan juga sebagai berikut. bakal Al-Mali pandangan riba ialah persetujuan yg berjalan atas metamorfosis benda atau komoditas tertentu yg tak didapati perimbagan menjumpai syara’, diwaktu berjanji atau mencoret penyilihan ke-2 rengat pihak atau salah wahid awal keduanya.

Menurut Abdul Rahman Al-Jaziri, pengertia riba yakni tuntutan yg berjalan bersama perubahan tertentu, tak ketahuan persis atau tak untuk syara’ atau terlalu siang salah satunya.

Pendapat tak dikemukakan oleh syeikh Muhammad Abduh bahwa wawasan riba yakni penambahan-penambahan yg disyaratkan oleh insan yg mempunyai wasiat guna jalma yg mengutang hartanya (uangnya), sebab pembatalan kematian penyetoran oleh debitor bermula diwaktu yg sudah ditentukan.

Riba hukumnya adalah haram berdasarkan pada firman-firman Allah swt dan sabda-sabda Rasulullah saw, di antaranya adalah sebagai berikut:

Firman Allah swt:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ 

Artinya: orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (QS. Al Baqarah [2]: 275).

itulah sedikit pengertian dan hukum tentang riba jika ada yang masih belum di pahami silahkan komentar di bawah atau bertanya kepada teman atau guru yang mengerti tentang kaidah syariah islam.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *